@rubiadaibrahim

Friday, February 12, 2016

Gampang Bangat!



+ Jadi lilin yang membakar diri, originally post on 25/11/2007+

Gampang!! Dah kenapa nak mencarut pagi hari. Isy,harap je tudung labuh,mencarut tak ingat dunia”,pandangan paling sinonim di bumi Malaysia jika melontarkan perkataan ini tanpa sengaja.Namun di sini(Indonesia),perkataan ini bukanlah perkataan yang tidak sopan.Ianya bermaksud senang,enteng,mudah dan seangkatan dengannya.
 
 Teringat satu peristiwa ketika saya di tingkatan 5. Kebetulan PKK(P.ketua kelas),Ria Hastuty(miss u all 5 ibnu sina 04) berketurunan Indonesia.Kejadian tersebut masih segar dalam kotak ingatan saya.Biasanya selepas habis prep petang sekitar jam 4.30,saya dan kawan-kawan akan berkejar ke dewan makan menikmati tea.
 
Namun hari itu,kami terlewat pulang ke asrama kerana kelas tambahan tamat hampir pukul 4.45.Saya mengeluh mengenangkan tak dapat menikmati kuih petang itu.Bila saya suarakan rasa hati kepada Ria,die dengan selamba menjawab:Gampang,lain kali kita minta tolong pada orang lain tolong ambikkan.”Ria,sal cakap camtu.Tak baik mencarut “,balas saya.Memang geram juga pada mulanya,ada ke patut dia kata gampang pada saya??Isy,budak ni.Tak sayang mulut ke??.Bila dia menjelaskan maksud gambang tadi dalam B.Indonesia,barulah saya mengerti(faham).
 
 Memang sukar pada mulanya untuk beradaptasi dengan bahasa dan budaya mereka di sini.1st time masuk tutorial,saya memang pening.Terlalu banyak vocab yang tidak saya fahami.Tambahan pula saya di bawah program G to G(G=Goverment)Mara,di mana belajar di kelas B.Indonesia.(Sebenarnya sewaktu mengisi surat tawaran,program ini tidak dijelaskan secara terperinci.Pemilihan program atas dasar nak balik Malaysia selalu).
 
Apa yang membuatkan saya bertambah shock apabila seorang pelajar lelaki dengan selambanya menghulurkan tangan untuk bersalaman dengan saya.”Mak aih,dia tak nampak ke aku bertudung”, gerutu saya di dalam hati.Saya terpana,menggeleng kepala dan mengatakan tidak mahu bersalam dengannya.Dia mempersoalkan tindakan saya.Saya katakan yang agama saya melarang saya bersalaman dengan lelaki.Saya fikir dia bukan muslim,tapi alangkah terkejutnya saya bila terserempak dengannya di surau tengahari itu.Confirm,dia seorang muslim.
 
Melalui hari-hari di sini sebenarnya amatlah ga(tidak) gampang.Mahu memulai ucapan salam pun harus berfikir 2,3 kali.Status keislamannya tidak pasti.Tambahan pula,nama dan rupa orang Indonesia hampir sama.Kadangkala namanya berbunyi seperti nama Muslim,tapi sebenarnya beragama Kristian .Lain pula si polan dengan nama ala-ala Belanda,rupa-rupanya si dia seorang Muslim.
 
Aduhai,susah sebenarnya untuk menganalisis .Apa yang lebih memeningkan kepala,dosen(doctor) yang bukan beragama Islam selamba saja memulai dan menamatkan kelas dengan ucapan salam.
 
Ketika discussion case 1 FYP(Freshman Year Program);ethical issue of IVF,kawan saya yang bertudung mengutarakan pendapat tapi mukadimahnya agak pelik pada pandangan saya.
 
”Menurut agama kami,.........
 
Bila tamat tutorial,saya luahkan rasa pelik saya dengan intronya tadi.Dia katakan pada saya,hanya kami berenam yang beragama Islam(dari 10).Jadi yang selebihnya bukan muslim termasuklah dosen saya ketika itu;DR.Zakaria Jacob Manoe.Lebih sukar lagi untuk men”deteksi”kawan perempuan saya yang beragama Islam(Kebanyakan dari mereka tidak bertudung).Confirmation hanya akan dibuat bila mereka hadir ke kelas agama.
 
Sebenarnya terlalu banyak hal-hal yang tidak gampang yang harus dilewati,dirasai dan dikutip sebagai bekalan akan datang.Jika dituliskan satu persatu-satu,memang laku kertas a4 di kedai.Dan yang paling pasti,menjadi “medical student”lah hal paling sukar dan memerlukan pengorbanan.Biarpun kelas hanya 4hari/minggu;lecture hanya sekali seminggu,namun penangan menyiapkan assignment,tidak cukup tidur waktu exam;menghabiskan membaca nota yang bertimbun;mengejar CSG yang ala-ala specialist(kata Adit) adalah hal yang tergak gampang.Makin betambah rasa ngeri menghadapi hari mendatang bila berdiskusi ethical issue in med.profesion.(Sebenarnya saya paling tidak suka tutorial Bioethics.)
 
Pesan dosen,jadi dokter bukan kerja gampang.
 
Harus tegar,harus berperang emosi dan bertahan melawan kesibukan dan pasien yang bermacam-macam keluhan,harus sentiasa up to date,harus berkerja kapan aja,harus sentiasa ikhlas,harus long live education dan yang pasti harus berusaha sedaya mungkin tidak melakukan kesilapan dalam menyelamatkan patient.Bila difikir kembali,tanggungjawab seorang doktor memang tidak semudah yang disangka.Dari sekarang,saya harus melatih diri,menguatkan hati,mengikhlaskan niat dan memberi pengorbanan.
 
Tiada istilah kesal dalam hati biarpun saya tamat nanti sudah ramai teman yang sudah berkerjaya,sedangkan saya baru memulai hari-hari berbaju putih di mana saya tercampak nanti.Setelah keputusan dan tekad bulat di hati,saya harus terus melangkah ke depan,tak kan sesekali berpaling ke belakang.Kerna dalam kesulitan ini,sesungguhnya Allah telah menjanjikan yang terbaik buat hambaNya.Dan mungkin inilah yang terbaik buat kehidupan saya.
 
Ya Allah,berikan kekuatan agar aku terus bertahan dalam perjuangan ini,terus menggapai cita-cita mencari Redhamu dalam jalan terbaik yang telah Kau kurniakan padaku.
AMIN
 
P/S:
Bertahun jadi doctor, banyak lagi perlu belajar. Ndak gampang mau jadi gampang.
Erk!!..Bahasa Indonesia saya dah kelaut...(",)

No comments: